Langsung ke konten utama

Analisa saya untuk menyanggah analisa kakak


Judul yang aneh bukan..

Ini adalah posting buat temen-temen Mahasiswa Matematika 2006 yang telah mengomentari posting saya yang berjudul "indonesiaundercover-fmipaunlamkalsel.blogspot.com" dan juga sebagai permintaan maaf kepada kalian temen-temen semua.

Komen di posting tersebut selengkapnya adalah sebagai berikut:Anonim
Anonim berkata...

Tolong dalam mengambil kesimpulan lebih diperhatikan lagi keseluruhan dari artikel yg dibuat. Saya sebagai mahasiswa matematika sangat kecewa karena anda hanya menganalisis sebagian dari artikel yang dibuat olehnya..
Coba anda baca lagi artikel yang berjudul "Mahasiswa Farmasi yang Nggak Konsisten". Pada artikel tersebut : "Ngomongnya English Area, Pengumumannya Bahasa Indonesia" itu yang dikatakan oleh pak Azidi Irwan pada saat anak bio ngambil modul praktikum di lab pengembngan fisika. Mahasiswa yang berpura-pura ngomong bahasa inggris agar kelihatan intelek sedikit padahal cuma gayanya doang." Menurut saya, hal itu menyiratkan kalau bukanlah mahasiswa Matematika pelakunya, karena boleh dibilang, mahasiswa Matematika angkatan 2006 sangat jarang sekali berjalan ke gedung tersebut, karena tidak ada lagi dalam mata kuliah kami yang berkaitan dengan prodi di gedung tersebut. Kemudian untuk menyangkal mahasiswa matematika 2007 sebagai pelakunya, boleh dibilang saat itu mahasiswa matematika 2007 masih angkatan pertama, dan saya masih agak ragu mengenai pengetahuan mereka tentang lingkungan organisasi dan fakultas, karena mereka masih sibuk dalam perkuliahan dan praktikum yang begitu padat. Dan saat angkatan I boleh dibilang, kita sebagai objek, bukan sebagai subjek dalam organisasi.
Terakhir, menjawab pertanyaan kenapa matematika tidak "kena" kritik dalam blog tersebut, menurut saya karena mereka tidak mengetahui bagaimana kehidupan matematika sebenarnya, dan ditambah...
Itulah analisa saya untuk menyanggah analisa kakak..
Terima kasih.,
(Mahasiswa Matematika 2006)

2009 Maret 25 12:36

Bukan maksud untuk meng'kambing hitam'kan kalian, tapi cuman mau nulis pendapat saya saja akan tulisan dari blog yang tidak diketahui empu-nya itu (saya sebut sebagai blog 'sampah').
Nah tulisan saya memang cuman bisa meng-analisis tulisan yang dibuat di blog 'sampah' itu (dan kecendrungan seseorang tidak akan menulis keburukannya, menjadi acuan saya).

Pada satu kesempatan, saya pernah di kritik temen tentang tulisan saya tersebut. Nah komen nya cukup membuat saya berpikir keras. Katanya gini: "Kenapa anda tidak mencari siapa yang banyak tertohok di cerita tersebut, seperti cerita sinetron yang akan menampilkan kehidupan yang tertindas sebagai tokoh utama, padahal dirinya sendiri yang tertindas"

Maksud temen saya gini cuy, kenapa saya tidak meng-analisa dari sudut pandang lain, yakni sudut pandang siapa yang sering atau banyak diceritakan di blog itu, karna yang nulis pasti lah yang merasakan penderitaan itu.

Post-ing ini cuman buat menjawab komentar di blog saya, ntar saya nulis lagi post-ing dengan sudut pandang yang berbeda.

Terimakasih atas perhatian adek-adek (temen-temen) Mahasiswa Matematika 2006, karna kalian saya jadi sadar ada miss-ing link dari analisa saya tersebut.

HIDUP MAHASISWA!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Abah Guru Sekumpul

Ulama satu ini sangat kharismatik dan populer di belantara Kalimantan, khususnya Martapura dan Banjarmasin. Orang biasa mememanggil dengan Tuan Guru Ijai. Namun beliau memiliki nama lengkap KH Muhammad Zaini Abdul Ghoni. Dilahirkan, malam Rabu 27 Muharram, 1361 H (I I Februari 1942 M). Nama kecilnya adalah Qusyairi, sejak kecil beliau termasuk dari salah seorang yang "mahfuzh", yaitu suatu keadaan yang sangat jarang sekali terjadi, kecuali bagi orang yang sudah dipilih oleh Allah SWT.Sejak kecil, beliau sudah mempunyai sifat dan pembawaan lain daripada yang lain, di antaranya beliau tidak pernah ihtilam.Guru Zaini sejak kecil selalu berada di samping kedua orang tua dan nenek, Salbiyah. Beliau dididik dengan penuh kasih sayang dan disiplin dalam pendidikan. Tauhid dan Akhlak sudah ditanamkan sejak bayi oleh ayah dan nenek beliau. Belajar membaca Al Quran dengan neneknya.  Begitu pula guru pertama bidang ilmu Tauhid dan Akhlak.Kehidupan kedua orang tua beliau dalam keadaan eko...

Rahasia umur sapi, monyet, anjing & manusia

From: ria rahmawati Di awal zaman, Tuhan menciptakan seekor sapi. Tuhan berkata kepada sang sapi "Hari ini kuciptakan kau!Sebagai sapi engkau harus pergi ke padang rumput. Kau harus bekerja di bawah terik matahari sepanjang hari. Kutetapkan umurmu sekitar 50 tahun." Sang Sapi keberatan "Kehidupanku akan sangat berat selama 50 tahun. Kiranya 20 tahun cukuplah buatku. Kukembalikan kepadamu yang 30 tahun" Maka setujulah Tuhan. Di hari kedua, Tuhan menciptakan monyet. "Hai monyet, hiburlah manusia. Aku berikan kau umur 20 tahun!" Sang monyet menjawab "What? Menghibur mereka dan membuat mereka tertawa? 10 tahun cukuplah. Kukembalikan 10 tahun padamu" Maka setujulah Tuhan. Di hari ketiga, Tuhan menciptakan anjing. "Apa yang harus kau lakukan adalah menjaga pintu rumah majikanmu. Setiap orang mendekat kau harus menggongongnya. Untuk itu kuberikan hidupmu selama 20 tahun!" Sang anjing menolak : "Menjaga pintu sepanjang hari selama 20 tahu...

KH Muh Zaini Abdul Ghani (1942-2005)

Ulama Karismatik dari Sekumpul Ulama karismatik asal Sekumpul Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, KH Muhammad Zaini Abdul Ghani (63) atau lebih akrab disebut Guru Ijai atau Guru Sekumpul, tutup usia Rabu 10 Agustus 2005 pagi sekitar pukul 05.10 Wita di kediamannya, Sekumpul Martapura. Begitu mendengar kabar meninggalnya Guru Ijai lewat pengeras suara di masjid-masjid selepas shalat subuh, masyarakat dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan berdatangan ke Sekumpul Martapura untuk memberikan penghormatan terakhir pada almarhum yang bergelar Al Alimul Allamah Al Arif Billaah Albahrul Ulum Al Waliy Qutb As Syeekh Al Mukarram Maulana. Pasar Martapura yang biasanya sangat ramai pada pagi hari, Rabu pagi kemarin sepi karena hampir semua kios dan toko-toko tutup. Suasana yang sama juga terlihat di beberapa kantor dinas, termasuk Kantor Bupati Banjar. Sebagian besar karyawan datang ke Sekumpul untuk memberikan penghormatan terakhir. Sebelum wafat, KH Muhammad Zaini Abdul Gha...