Langsung ke konten utama

Rahasia umur sapi, monyet, anjing & manusia

From: ria rahmawati


Di awal zaman, Tuhan menciptakan seekor sapi. Tuhan berkata kepada sang sapi "Hari ini
kuciptakan kau!Sebagai sapi engkau harus pergi ke padang rumput. Kau harus bekerja di bawah terik
matahari sepanjang hari. Kutetapkan umurmu sekitar 50 tahun." Sang Sapi keberatan "Kehidupanku
akan sangat berat selama 50 tahun. Kiranya 20 tahun cukuplah buatku. Kukembalikan
kepadamu yang 30 tahun" Maka setujulah Tuhan.

Di hari kedua, Tuhan menciptakan monyet. "Hai monyet, hiburlah manusia. Aku berikan kau
umur 20 tahun!" Sang monyet menjawab "What? Menghibur mereka dan membuat mereka tertawa?
10 tahun cukuplah. Kukembalikan 10 tahun padamu" Maka setujulah Tuhan.

Di hari ketiga, Tuhan menciptakan anjing. "Apa yang harus kau lakukan adalah menjaga pintu
rumah majikanmu. Setiap orang mendekat kau harus menggongongnya. Untuk itu kuberikan
hidupmu selama 20 tahun!" Sang anjing menolak : "Menjaga pintu sepanjang hari selama 20 tahun ?
No way.! Kukembalikan 10 tahun padamu". Maka setujulah Tuhan.

Di hari keempat, Tuhan menciptakan manusia. Sabda Tuhan: "Tugasmu adalah makan, tidur,
dan bersenang-senang. Inilah kehidupan. Kau akan menikmatinya. Akan kuberikan engkau umur
sepanjang 25 tahun!" Sang manusia keberatan, katanya "Menikmati kehidupan selama 20 tahun? Itu
terlalu pendek Tuhan. Let's make a deal. Karena sapi mengembalikan 30 tahun usianya, lalu anjing
mengembalikan 10 tahun, dan monyet mengembalikan 10 tahun usianya padamu, berikanlah
semuanya itu padaku. Semua itu akan menambah masa hidupku menjadi 75 tahun. Setuju ?" Maka
setujulah Tuhan.

AKIBATNYA..............................

Pada 25 tahun pertama kehidupan sebagai manusia dijalankan (kita makan, tidur dan
bersenang-senang) 30 tahun berikutnya menjalankan kehidupan layaknya seekor sapi (kita harus
bekerja keras sepanjang hari untuk menopang keluarga kita.)

10 tahun kemudian kita menghibur dan membuat cucu kita tertawa dengan berperan sebagai
monyet yang menghibur.

Dan 10 tahun berikutnya kita tinggal dirumah, duduk didepan pintu, dan menggonggong
kepada orang yang
lewat......

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Abah Guru Sekumpul

Ulama satu ini sangat kharismatik dan populer di belantara Kalimantan, khususnya Martapura dan Banjarmasin. Orang biasa mememanggil dengan Tuan Guru Ijai. Namun beliau memiliki nama lengkap KH Muhammad Zaini Abdul Ghoni. Dilahirkan, malam Rabu 27 Muharram, 1361 H (I I Februari 1942 M). Nama kecilnya adalah Qusyairi, sejak kecil beliau termasuk dari salah seorang yang "mahfuzh", yaitu suatu keadaan yang sangat jarang sekali terjadi, kecuali bagi orang yang sudah dipilih oleh Allah SWT.Sejak kecil, beliau sudah mempunyai sifat dan pembawaan lain daripada yang lain, di antaranya beliau tidak pernah ihtilam.Guru Zaini sejak kecil selalu berada di samping kedua orang tua dan nenek, Salbiyah. Beliau dididik dengan penuh kasih sayang dan disiplin dalam pendidikan. Tauhid dan Akhlak sudah ditanamkan sejak bayi oleh ayah dan nenek beliau. Belajar membaca Al Quran dengan neneknya.  Begitu pula guru pertama bidang ilmu Tauhid dan Akhlak.Kehidupan kedua orang tua beliau dalam keadaan eko...

KH Muh Zaini Abdul Ghani (1942-2005)

Ulama Karismatik dari Sekumpul Ulama karismatik asal Sekumpul Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, KH Muhammad Zaini Abdul Ghani (63) atau lebih akrab disebut Guru Ijai atau Guru Sekumpul, tutup usia Rabu 10 Agustus 2005 pagi sekitar pukul 05.10 Wita di kediamannya, Sekumpul Martapura. Begitu mendengar kabar meninggalnya Guru Ijai lewat pengeras suara di masjid-masjid selepas shalat subuh, masyarakat dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan berdatangan ke Sekumpul Martapura untuk memberikan penghormatan terakhir pada almarhum yang bergelar Al Alimul Allamah Al Arif Billaah Albahrul Ulum Al Waliy Qutb As Syeekh Al Mukarram Maulana. Pasar Martapura yang biasanya sangat ramai pada pagi hari, Rabu pagi kemarin sepi karena hampir semua kios dan toko-toko tutup. Suasana yang sama juga terlihat di beberapa kantor dinas, termasuk Kantor Bupati Banjar. Sebagian besar karyawan datang ke Sekumpul untuk memberikan penghormatan terakhir. Sebelum wafat, KH Muhammad Zaini Abdul Gha...