Langsung ke konten utama

KH Muh Zaini Abdul Ghani (1942-2005)


Ulama Karismatik dari Sekumpul


Ulama karismatik asal Sekumpul Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, KH Muhammad Zaini Abdul Ghani (63) atau lebih akrab disebut Guru Ijai atau Guru Sekumpul, tutup usia Rabu 10 Agustus 2005 pagi sekitar pukul 05.10 Wita di kediamannya, Sekumpul Martapura.

Begitu mendengar kabar meninggalnya Guru Ijai lewat pengeras suara di masjid-masjid selepas shalat subuh, masyarakat dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan berdatangan ke Sekumpul Martapura untuk memberikan penghormatan terakhir pada almarhum yang bergelar Al Alimul Allamah Al Arif Billaah Albahrul Ulum Al Waliy Qutb As Syeekh Al Mukarram Maulana.

Pasar Martapura yang biasanya sangat ramai pada pagi hari, Rabu pagi kemarin sepi karena hampir semua kios dan toko-toko tutup. Suasana yang sama juga terlihat di beberapa kantor dinas, termasuk Kantor Bupati Banjar. Sebagian besar karyawan datang ke Sekumpul untuk memberikan penghormatan terakhir.

Sebelum wafat, KH Muhammad Zaini Abdul Ghani sempat dirawat di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura, selama 10 hari. Selasa (9/8) malam sekitar pukul 20.30, Guru Sekumpul tiba di Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin, dengan menggunakan pesawat carter F-28, dan pada pagi harinya tutup usia.

Sebelum dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga di dekat Mushalla Ar Raudhah, Rabu sore sekitar pukul 16.00, warga masyarakat yang datang diberikan kesempatan untuk melakukan shalat jenazah secara bergantian. Kegiatan ibadah ini berpusat di Mushalla Ar Raudhah, Sekumpul, yang selama ini dijadikan tempat pengajian oleh Guru Sekumpul.

KH Muhammad Zaini Abdul Ghani, putra kelahiran Martapura 11 Februari 1942, merupakan ulama karismatik dalam berdakwah dan menyebarkan syiar Islam di Kalsel. Guru Sekumpul juga masih zuriat atau keturunan dari ulama besar Banjar, Maulana Syekh Muhammad Arsyad bin Abdullah Al Banjari yang disebut Dato Kelampayan.

Kegiatan pengajian atau majelis taklim yang dilakukannya selalu dibanjiri ribuan jemaah dari berbagai kota. Namanya dikenal di kalangan luas, baik pejabat pemerintahan, politisi, militer, dan seniman.

Beberapa tokoh yang pernah mengunjungi kediamannya, antara lain KH Aburahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Amien Rais, hingga Aa Gym. (FUL, Kompas 11/8/2005) 

*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AMD "akan" hentikan penggunaan Stiker di Laptop

"Benci" ketika perusahaan Laptop (notebook) maupun netbook membubuhkan setengah lusin Stiker "merek" untuk laptop seharga $ 1.200 baru milik anda?. Anda membeli gadget baru eh malah dapet Stiker... Sekarang kita bandingkan dengan ketika anda membeli mobil mewah "baru" yang ditempeli dengan stiker permanen mempromosikan oli motor, tikar lantai, AC, speaker. Emangnya lagi jualan Stiker?..dan ji ka Anda kupas, perekat Stiker sering meninggalkan residu (kotor) yang dapat mengganggu pemandangan pada lapisan yang ditinggalkannya. Meskipun tidak semua orang membenci mereka (stiker), bahkan jika ngak ada "Stiker"nya ntu gadget terlihat ngak KEREN... R aksasa seperti Intel dan Microsoft "selalu" membubuhkan Stiker pada produk mereka, karena mereka tau bahwa itu merupakan ruang "Sponsor" gratis...kalo gitu harusnya kalo ngak pake Stiker harganya bisa lebih miring dong (maunya sih)...hal ini  tidak akan berubah (setidaknya ti...

Rahasia umur sapi, monyet, anjing & manusia

From: ria rahmawati Di awal zaman, Tuhan menciptakan seekor sapi. Tuhan berkata kepada sang sapi "Hari ini kuciptakan kau!Sebagai sapi engkau harus pergi ke padang rumput. Kau harus bekerja di bawah terik matahari sepanjang hari. Kutetapkan umurmu sekitar 50 tahun." Sang Sapi keberatan "Kehidupanku akan sangat berat selama 50 tahun. Kiranya 20 tahun cukuplah buatku. Kukembalikan kepadamu yang 30 tahun" Maka setujulah Tuhan. Di hari kedua, Tuhan menciptakan monyet. "Hai monyet, hiburlah manusia. Aku berikan kau umur 20 tahun!" Sang monyet menjawab "What? Menghibur mereka dan membuat mereka tertawa? 10 tahun cukuplah. Kukembalikan 10 tahun padamu" Maka setujulah Tuhan. Di hari ketiga, Tuhan menciptakan anjing. "Apa yang harus kau lakukan adalah menjaga pintu rumah majikanmu. Setiap orang mendekat kau harus menggongongnya. Untuk itu kuberikan hidupmu selama 20 tahun!" Sang anjing menolak : "Menjaga pintu sepanjang hari selama 20 tahu...

Analisa saya untuk menyanggah analisa kakak

Judul yang aneh bukan.. Ini adalah posting buat temen-temen Mahasiswa Matematika 2006 yang telah mengomentari posting saya yang berjudul "indonesiaundercover-fmipaunlamkalsel.blogspot.com" dan juga sebagai permintaan maaf kepada kalian temen-temen semua. Komen di posting tersebut selengkapnya adalah sebagai berikut: Anonim berkata... Tolong dalam mengambil kesimpulan lebih diperhatikan lagi keseluruhan dari artikel yg dibuat. Saya sebagai mahasiswa matematika sangat kecewa karena anda hanya menganalisis sebagian dari artikel yang dibuat olehnya.. Coba anda baca lagi artikel yang berjudul "Mahasiswa Farmasi yang Nggak Konsisten". Pada artikel tersebut : "Ngomongnya English Area, Pengumumannya Bahasa Indonesia" itu yang dikatakan oleh pak Azidi Irwan pada saat anak bio ngambil modul praktikum di lab pengembngan fisika. Mahasiswa yang berpura-pura ngomong bahasa inggris agar kelihatan intelek sedikit padahal cuma gayanya doang." Menurut saya, hal it...