Langsung ke konten utama

Maaf Ku untuk Redoks



Permintaan maaf kepada seluruh mahasiswa yang tergabung dalam himpunan mahasiswa redoks, atas ketidak hadiran saya dalam acara malam keakraban yang telah dilaksanakan.

Saya tidak berhadir di acara tersebut dikarenakan menghadiri acara yang sama yakni malam keakraban himabio apidae.

Disini saya juga mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada himabio apidae yang telah mengundang saya dalam acara tersebut. Kehangatan dan kesedia kalian dalam memperlakukan saya seperti berada di rumah sendiri (di himpunan saya). Dan ucapan salut atas acara yang telah terselengara, agaknya himpunan kami bisa berkaca kepada himpunan kalian.

Dari acara tersebut saya menjadi takut, kalau-kalau nanti kalian menjadi kekuatan baru dalam organisasi di lingkungan fakultas mipa unlam banjarbaru. Acara yang kalian buat (apidae), cara kalian memperlakukan saya (seperti kaka angkatan satu himpunan aja) sangat saya suka. Terimakasih dan salut.

Untuk teman-teman dan dingsanakku di himamia redoks ulun hatur ampun maaf seganal-ganalnya. Malaman tu ulun handak turun ka bawah mandatangi buhan pian tapi kada nyaman awan buhan bio, buhannya menyuruh ulun banar bagana, imbah itu pulang jaringan di atas (mandi angin) ngalih banar, ulun handak hubungi buhan pian kada kawa. Handak turun, maka kadap banar jalanan, maka di tangah hutan ha pulang (tahu saurang kalo buhan pian, ulun ni 'harat' banar ba sapida mutur).

Semoga apa yang kita ingin capai di acara tersebut bisa terlaksana dan tepat sasaran.

KEMENANGAN BISA DITEMPUH DENGAN BERBAGAI JALAN, NAMUN BENARKAH JALAN KEMENAGAN ADALAH SATU-SATU JALAN?



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Abah Guru Sekumpul

Ulama satu ini sangat kharismatik dan populer di belantara Kalimantan, khususnya Martapura dan Banjarmasin. Orang biasa mememanggil dengan Tuan Guru Ijai. Namun beliau memiliki nama lengkap KH Muhammad Zaini Abdul Ghoni. Dilahirkan, malam Rabu 27 Muharram, 1361 H (I I Februari 1942 M). Nama kecilnya adalah Qusyairi, sejak kecil beliau termasuk dari salah seorang yang "mahfuzh", yaitu suatu keadaan yang sangat jarang sekali terjadi, kecuali bagi orang yang sudah dipilih oleh Allah SWT.Sejak kecil, beliau sudah mempunyai sifat dan pembawaan lain daripada yang lain, di antaranya beliau tidak pernah ihtilam.Guru Zaini sejak kecil selalu berada di samping kedua orang tua dan nenek, Salbiyah. Beliau dididik dengan penuh kasih sayang dan disiplin dalam pendidikan. Tauhid dan Akhlak sudah ditanamkan sejak bayi oleh ayah dan nenek beliau. Belajar membaca Al Quran dengan neneknya.  Begitu pula guru pertama bidang ilmu Tauhid dan Akhlak.Kehidupan kedua orang tua beliau dalam keadaan eko...

Rahasia umur sapi, monyet, anjing & manusia

From: ria rahmawati Di awal zaman, Tuhan menciptakan seekor sapi. Tuhan berkata kepada sang sapi "Hari ini kuciptakan kau!Sebagai sapi engkau harus pergi ke padang rumput. Kau harus bekerja di bawah terik matahari sepanjang hari. Kutetapkan umurmu sekitar 50 tahun." Sang Sapi keberatan "Kehidupanku akan sangat berat selama 50 tahun. Kiranya 20 tahun cukuplah buatku. Kukembalikan kepadamu yang 30 tahun" Maka setujulah Tuhan. Di hari kedua, Tuhan menciptakan monyet. "Hai monyet, hiburlah manusia. Aku berikan kau umur 20 tahun!" Sang monyet menjawab "What? Menghibur mereka dan membuat mereka tertawa? 10 tahun cukuplah. Kukembalikan 10 tahun padamu" Maka setujulah Tuhan. Di hari ketiga, Tuhan menciptakan anjing. "Apa yang harus kau lakukan adalah menjaga pintu rumah majikanmu. Setiap orang mendekat kau harus menggongongnya. Untuk itu kuberikan hidupmu selama 20 tahun!" Sang anjing menolak : "Menjaga pintu sepanjang hari selama 20 tahu...

KH Muh Zaini Abdul Ghani (1942-2005)

Ulama Karismatik dari Sekumpul Ulama karismatik asal Sekumpul Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, KH Muhammad Zaini Abdul Ghani (63) atau lebih akrab disebut Guru Ijai atau Guru Sekumpul, tutup usia Rabu 10 Agustus 2005 pagi sekitar pukul 05.10 Wita di kediamannya, Sekumpul Martapura. Begitu mendengar kabar meninggalnya Guru Ijai lewat pengeras suara di masjid-masjid selepas shalat subuh, masyarakat dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan berdatangan ke Sekumpul Martapura untuk memberikan penghormatan terakhir pada almarhum yang bergelar Al Alimul Allamah Al Arif Billaah Albahrul Ulum Al Waliy Qutb As Syeekh Al Mukarram Maulana. Pasar Martapura yang biasanya sangat ramai pada pagi hari, Rabu pagi kemarin sepi karena hampir semua kios dan toko-toko tutup. Suasana yang sama juga terlihat di beberapa kantor dinas, termasuk Kantor Bupati Banjar. Sebagian besar karyawan datang ke Sekumpul untuk memberikan penghormatan terakhir. Sebelum wafat, KH Muhammad Zaini Abdul Gha...