Langsung ke konten utama

USB Stick berfile sistem NTFS


USB Stick yang sering oleh teman-teman dipanggil dengan FlashDisk, saya kurang setuju dengan penamaan tersebut karna didalamnya tidak terdapat disk (cakra) melainkan sebuah chip memory yang malahan berbentuk kubus?...

Namun demi persatuan dan kesatuan kita akan memakai istilah FD dalam penyebutannya, setuju?

Mempunyai FD berkapasitas sebesar 4 Gb kini merupakan hal yang lumrah disaat harga dari FD yang sudah terjangkau kantong mahasiswa. Namun menjadi kendala tersendiri disaat anda ingin menyimpan sebuah file berukuran 3,5 Gb pada FD berkapasitas 4 Gb, kenapa bisa begitu?padahal kapasita FD nya cukup...

Ternyata masalah tersebut disebabkan oleh file sistem dari FD. Cara mengatasinya adalah dengan memformat FD dengan file sistem NTFS. Ikuti langkah berikut:

  1. Buka Windows Explorer
  2. Klik kanan icon FD
  3. Buka Properties, akan muncul sebuah jendela baru
  4. Klik tab Hardware
  5. Terangi list FD
  6. Klik Properties, akan muncul sebuah jendela baru
  7. Klik tab Policies
  8. Tekan tombol radio Optimize for Performance
  9. Tekan OK
  10. Selanjutnya klik kanan lagi icon FD
  11. Kemudian Format
  12. Format dengan file sistem NTFS
  13. Klik OK
  14. Berhasil

Setelah FD berfile sistem NTFS sekarang anda dapat menggunakannya untuk mengkopi sebuah file yang berukuran 3,5 Gb tersebut. Namun harus diingat jika anda melepaskan FD tersebut dari colokannya, anda harus melalui prosedur Safely Remove Hardware pada systray (tempatnya disekitar jam pada toolbar). Anda tidak bisa lagi seenaknya colokin-lepasin karna sekarang FD anda berfile sistem NTFS bukan FAT atau FAT32. Selamat mencoba.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Abah Guru Sekumpul

Ulama satu ini sangat kharismatik dan populer di belantara Kalimantan, khususnya Martapura dan Banjarmasin. Orang biasa mememanggil dengan Tuan Guru Ijai. Namun beliau memiliki nama lengkap KH Muhammad Zaini Abdul Ghoni. Dilahirkan, malam Rabu 27 Muharram, 1361 H (I I Februari 1942 M). Nama kecilnya adalah Qusyairi, sejak kecil beliau termasuk dari salah seorang yang "mahfuzh", yaitu suatu keadaan yang sangat jarang sekali terjadi, kecuali bagi orang yang sudah dipilih oleh Allah SWT.Sejak kecil, beliau sudah mempunyai sifat dan pembawaan lain daripada yang lain, di antaranya beliau tidak pernah ihtilam.Guru Zaini sejak kecil selalu berada di samping kedua orang tua dan nenek, Salbiyah. Beliau dididik dengan penuh kasih sayang dan disiplin dalam pendidikan. Tauhid dan Akhlak sudah ditanamkan sejak bayi oleh ayah dan nenek beliau. Belajar membaca Al Quran dengan neneknya.  Begitu pula guru pertama bidang ilmu Tauhid dan Akhlak.Kehidupan kedua orang tua beliau dalam keadaan eko...

Rahasia umur sapi, monyet, anjing & manusia

From: ria rahmawati Di awal zaman, Tuhan menciptakan seekor sapi. Tuhan berkata kepada sang sapi "Hari ini kuciptakan kau!Sebagai sapi engkau harus pergi ke padang rumput. Kau harus bekerja di bawah terik matahari sepanjang hari. Kutetapkan umurmu sekitar 50 tahun." Sang Sapi keberatan "Kehidupanku akan sangat berat selama 50 tahun. Kiranya 20 tahun cukuplah buatku. Kukembalikan kepadamu yang 30 tahun" Maka setujulah Tuhan. Di hari kedua, Tuhan menciptakan monyet. "Hai monyet, hiburlah manusia. Aku berikan kau umur 20 tahun!" Sang monyet menjawab "What? Menghibur mereka dan membuat mereka tertawa? 10 tahun cukuplah. Kukembalikan 10 tahun padamu" Maka setujulah Tuhan. Di hari ketiga, Tuhan menciptakan anjing. "Apa yang harus kau lakukan adalah menjaga pintu rumah majikanmu. Setiap orang mendekat kau harus menggongongnya. Untuk itu kuberikan hidupmu selama 20 tahun!" Sang anjing menolak : "Menjaga pintu sepanjang hari selama 20 tahu...

KH Muh Zaini Abdul Ghani (1942-2005)

Ulama Karismatik dari Sekumpul Ulama karismatik asal Sekumpul Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, KH Muhammad Zaini Abdul Ghani (63) atau lebih akrab disebut Guru Ijai atau Guru Sekumpul, tutup usia Rabu 10 Agustus 2005 pagi sekitar pukul 05.10 Wita di kediamannya, Sekumpul Martapura. Begitu mendengar kabar meninggalnya Guru Ijai lewat pengeras suara di masjid-masjid selepas shalat subuh, masyarakat dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan berdatangan ke Sekumpul Martapura untuk memberikan penghormatan terakhir pada almarhum yang bergelar Al Alimul Allamah Al Arif Billaah Albahrul Ulum Al Waliy Qutb As Syeekh Al Mukarram Maulana. Pasar Martapura yang biasanya sangat ramai pada pagi hari, Rabu pagi kemarin sepi karena hampir semua kios dan toko-toko tutup. Suasana yang sama juga terlihat di beberapa kantor dinas, termasuk Kantor Bupati Banjar. Sebagian besar karyawan datang ke Sekumpul untuk memberikan penghormatan terakhir. Sebelum wafat, KH Muhammad Zaini Abdul Gha...